Khusus Persiapan LKS IT Network System Administration
nano /etc/network/interfaces auto ens33 iface ens33 inet static address 192.168.10.2 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.10.1 dns-nameservers 8.8.8.8
untuk ens33 dapat di ubah dengan nama interface debian kita yang ingin kita seting ip nyaa, jika tidak tahu nama interface nyaa bisa tulis perintah "ip -c a" nanti akan muncul nama interface di angka no.2 yang berwarna pink con. 2 : ens33.... dan untuk gateway itu diisi saat kita ingin menghubungkan jaringan yang berbeda, apa itu jaringan berbeda, jaringan berbeda adalah angka pada blok ketiganyaa berbeda con. 192.168.100.1 dengan 192.168.200.1, disini kita melihat jaringan yang berbeda ialah ip angka blok ketiganyaa berbeda. dan yang kita tahu ip atau angka pada blok terakhir ituu harus berbeda, tetapi yang ini dapat sama karena mereka berbeda jaringan, jadi intinyaa jika jaringan berbeda ituu ip blok terakhir boleh sama karena mereka berbeda jaringan jadi tidak ada istilah double ip atau tabrakan ip setelah setting ip lakukan restart network untuk menerapkan perubahan yang sudah kita ubah berikut perintah merestart nya : systemctl restart networking ip a
apt update && apt upgrade -y apt install sudo curl wget net-tools -y ini digunakan untuk mendapatkan versi terbaru pada server
untuk membuat user baru gunakan perintah : adduser namauser ini supaya user bisa diizinkan untuk melakukan perubahan seperti ip,dll : usermod -aG sudo namauser
apt install openssh-server systemctl enable ssh (opsional biasanya tidak perlu otomatis aktif) systemctl start ssh (opsional biasanya tidak perlu otomatis aktif)
apt install bind9
setelah menginstall lakukan perubahan di /etc/bind/named.conf.default-zones menggunakan perintah nano, lalu
buat atau ubah supaya ada baris yang berisi seperti ini :
zone "contoh.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.contoh";
};
untuk "contoh.com" itu bisa disesuaikan dengan yang kita butuhkan, dan domain tidak selalu .com ada juga .id .co .sch.id,dll
contoh : "ridhoft.cloud", seperti domain website ini
disini web server ada 2 jenis ada apache2 dan nginx contoh kita menggunakan nginx : apt install nginx setelah menginstall website otomatis langsung aktif tapi mengikuti default nginx biasanya berisi "Welcome To Nginx" kita dapat mengubah isinya di /var/www/html/index.nginx-debian.html menggunakan perintah nano, jika ingin lebih spesifik ubah virtualhost nginx dan ubah root isi website. disesuaikan saja dengan soal.
contoh pembuatan virtualhost baru nginx:
nano /etc/nginx/sites-available/bebas
lalu buat isinya seperti ini :
server {
listen 80; #disesuaikan pakai port berapa di soal
server_name ridhoft.cloud; #nama domain yang dibuat menggunakan bind9 tadi
root /var/www/lks; #disesuaikan lagi dengan soal
index index.html; #supaya nginx bisa membaca file html
}
apt install vsftpd -y
anonymous_enable=NO local_enable=YES write_enable=YES
apt install isc-dhcp-server -y
subnet 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.10.100 192.168.10.200;
option routers 192.168.10.1;
option domain-name-servers 192.168.10.2;
}
iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j ACCEPT iptables -A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT iptables -A INPUT -j DROP
apt install openssl -y openssl req -x509 -nodes -days 365 \ -newkey rsa:2048 \ -keyout /etc/ssl/private/lks.key \ -out /etc/ssl/certs/lks.crt